Selasa, 06 Desember 2011

Mengapa Peradaban Islam Terbelakang ???

H:\BEAUTY\97.JPG

Dalam membahas masalah pelik diatas, yang kerap kali muncul dari benak umat manusia, khususnya dari umat islam dan cendekiawan, maka sebelumnya  kami akan  menguraikan apa yang disebut dengan peradaban barat.
Peradaban  memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan masyarakat manusia. Seringkali istilah ini digunakan untuk merujuk pada suatu masyarakat yang "kompleks"
Barat adalah kinayah yang digunakan untuk menyebut suatu Negara yang didominasi oleh umat non muslim.
Jadi peradaban barat adalah
Sedangkan islam sendiri adalah sebutan untuk Negara yang didominasi oleh umat islam, dalam kesempatan ini yang dimaksud adalah Negara Indonesia, yang mayoritasn masyarakatnya beragama islam.
Al-qo’il mengatakan: al islaamu ya’luu wa laa yu’laa ‘alaihi, “islam itu unggul dan tidak ada yang mengunggulinya”.
Al-qur’an juga mengatakan bahwa orang kafir tidak akan dapat menguasai orang-orang yang beriman, (QS.4:141). mengapa fenomena saat ini justru mereka dikuasai orang-orang kafir?
Melihat dan menyaksikan bagaimana Negara kita (islam) ini sangat tertinggal dengan Negara barat, baik dari segi sains, apalagi teknilogi, penulis mencoba menuangkan gagasan maupun sebab, mengapa islam tertinggal dari Negara-negara kafir? Padahal umat islam mempunyai kitab yang didalamnya merupakan sumber segala ilmu pengetahuan (Al-Qur’an). Sedangkan barat Negara kafir yang cenderunng jauh dari kebenaran yang haqiqi, mengapa mereka lebih unggul dari kita?
Allah swt. menuangkan sebagian kecil dari ilmu-Nya kepada umat manusia dengan dua jalan. Pertama, dengan ath-thariqah ar-rasmiyah (jalan resmi) yaitu dalam jalur wahyu melalui perantaraan malaikat Jibril kepada Rasul-Nya, yang disebut juga dengan ayat-ayat qauliyah. Kedua, dengan ath-thariqah ghairu rasmiyah (jalan tidak resmi) yaitu melalui ilham secara kepada makhluk-Nya di alam semesta ini (baik makhluq hidup maupun yang mati), tanpa melalui perantaraan malaikat Jibril. Karena tak melalui perantaraan malaikat Jibril, maka bisa disebut jalan langsung (mubasyaratan). Kemudian jalan ini disebut juga dengan ayat-ayat kauniyah.
Ayat-ayat qauliyah mengisyaratkan kepada manusia untuk mencari ilmu alam semesta (ayat-ayat kauniyah), oleh sebab itu manusia harus berusaha membacanya, mempelajari, menyelidiki dan merenungkannya, untuk kemudian mengambil kesimpulan. Allah swt. berfirman: “Bacalah (ya Muhammad) dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang Mengajar (manusia) dengan perantaraan alam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq:1-5)
Jauh dari kesadaran kita, ternyata alam yang terbentang luas disekitar kita ini, mempunyai hikmah dan pelajaran bagi ulul albab, yaitu bagi orang-orang yang berfikir.mengutip ayat-Nya yang berbunyi; robbanaa maa kholaqta hadzaa bathilaa, “ ya tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia”. Demikian dapat dipastikan bahwa semua ciptaan-Nya mempunyai hikmah dan tak ada yang sia-sia.
H:\BEAUTY\97.JPG

Islam memaknai ayat kauniyah
Pandangan terhadap ilmu kealaman secara perlahan dikesampingkan didunia islam, orang-orang islam melupakan anjuran-anjuran Al-Qur’an untuk mempelajari alam dan memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang dianugerahkan Allah kepada manusia. Disisi lain, orang-orang non muslim mempelajari masalah-masalah ini dan ini telah memberikan kekuasaan kepada mereka atas seluruh dunia.
Konsekwensi penting dari kesalahan besar ini adalah jurang luas yang muncul diantara urusan-urusan agama dengan urusan dunia muslim dan mereka dipaksa untuk mempelajari sains dan teknologi dari barat. Hasil sampingannya adalah penyusupan gagasan dari peradaban barat terhadap dunia islam yang tak dikehendaki.
Mengapakah islam terbelakang ???
Jawabannya bisa ditemukan dalam kenyataan bahwa kaum muslim sekarang tidak benar-benar beriman; mereka tidak melihat kewajiban-kewajiban islam mereka. Mereka juga tidak mencari ilmu yang dianjurkan Allah pada (QS.8;60). “ dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk mengahadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orangselain mereka yang kamu tidak mengetahuinya. Tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan dijalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)”.
Seorang muslim selain menuntut ilmu juga harus memiliki keyakinan kokoh terhadap ideology islam dan mengikuti prinsip-prinsip agamawi demi meraih tujuan yang diinginkan.



Materi Referensi:
filsafat-sains menurut Al-Qur’an, DR.Mahdi ghulsyani.









 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar